Iklan

Network
Rabu, 10 Oktober 2018, Oktober 10, 2018 WIB
Last Updated 2021-10-02T15:26:07Z
Nasional

Dengan Tegas Presiden RI, Tidak Campur Masalah Dugaan Perusak BB-KPK

Advertisement

JAKARTA - Presiden RI Joko Widodo, dengan tegas mengatakan, tidak akan ikut campur dugaan perusakan barang bukti Komisi Pemberantasan Korupsi  yang menyebut melibatkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

" Itu wilayahnya KPK, hukum. Saya tidak mau intervensi ya," tegas  Jokowi di Pondok Gede, Rabu (10/10/2018) tadi. 

Dugaan kasus ini berawal dari ungkapan Indonesialeaks. Jaringan media investigasi itu mengulas sebuah buku -- bersampul merah - yang diduga berisi catatan aliran dana pengusaha Basuki Hariman kepada sejumlah pejabat negara.

Dalam laporan Indonesialeaks menuliskan dua penyidik KPK asal Polri, Ronald Rolandy dan Harun mengoyakkan beberapa lembar dari buku itu karena terdapat nama petinggi Polri.

Ronald dan Harun telah dipulangkan ke Polri tahun lalu meski tak disebut karena perusakan barang bukti. Ronald setelah dipulangkan ke Polri diangkat menjadi Kapolres Cirebon.

Namun seluruh  tulisan dan tudingan Indonesialeaks tersebut telah dibantah Mabes Polri.

Brigadir Jenderal Muhammad Iqbal yang diklarifikasi saat masih menjabat Kepala Biro Penerangan Masyakarat Mabes Polri menilai tak ada yang keliru dengan keputusan Polri soal Roland dan Harun. 

"Pemeriksaan internal Kepolisian telah mengklarifikasi data dan alat bukti yang diserahkan Pengawas Internal KPK," katanya.

Menurut Muhammad Iqbal, pemulangan Roland dan Harun tak terkait dengan dugaan perusakan barang bukti. Polri menganggap masa dinas mereka sebagai penyidik telah cukup. 

"Kedua penyidik dikembalikan ke Polri karena masa dinasnya hampir selesai," ujarnya. 

Sementara Presiden Jokowi Widodo, tak mau berkomentar lebih lanjut mengenai hal itu. Ia kembali menyatakan tak akan pernah mengintervensi proses hukum.

Jokowi hanya membenarkan telah melakukan pertemuan tertutup dengan Tito Karnavian, kemarin di Istana Bogor. Namun ia tak menjelaskan pertemuan guna mengonfirmasi dugaan aliran dana ke lulusan terbaik akpol 1987 ini, seraya mengatakan, " Biasa bertemu. Enggak sekali, dua kali". 

Kepala Negara ini  juga tak mau mengomentari desakan sejumlah pihak agar Tito dicopot dari jabatannya. Salah seorang yang menyuarakan desakan ini ialah Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais.  " Soal desakan ya biasa," tegas Jokowi.

Seperti di ketahui Amien Rais hari ini Rabu (10/10) diperiksa Polda Metro Jaya sebagai saksi kasu kebohongan Ratna Sarumpaet.

Pada kesempatan itu , sebelum  masuk ruangan penyidik, Amien, dengan strategi mengungkap kejanggalan polisi mengusut kasus Ratna sekaligus menyinggung dugaan skandal perusakan barang bukti buku merah kasus di KPK yang menyeret nama Tito.

Padahal hari ini, Amien diperiksa penyidik sebagai saksi kasus berita bohong yang melibatkan aktivis Ratna Sarumpaet. 

Meski hari ini sebelum diperiksa 
Sebagai saksi, lewat Tasniem Rais (memegang koran) disamping ayahnya, mengeluarkan koran Tempo yang menampilkan halaman bertajuk KPK Didesak Tuntaskan Kasus Dugaan Perusakan Barang Bukti, yang dianggap Amien semua pihak sudah mengetahui perkara dugaan suap yang melibatkan Tito dan pernah ditangani  KPK itu. 

Atas dasar itu, Amien  meminta agar Presiden Joko Widodo segera turun tangan untuk menuntaskan kasus tersebut, seraya menyanjung seragam coklat,  "Polisi tulang punggung keamanan nasional". (JNN/NAS)