Iklan

Network
Selasa, 16 Oktober 2018, Oktober 16, 2018 WIB
Last Updated 2021-10-01T20:28:39Z

Bangun Kedekatan TNI dengan Rakyat, Dengan TMMD di Desa Melintang

Advertisement

MUARA WIS-Pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 103 yang dipusatkan di Danau Melintang yang telah mongering di Kecamatan Muara Wis dibuka langsung oleh Plt Bupati Tenggarong Drs. Edy Damansyah M. Si, Senin (15/10/2018).

Acara pembukaan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopinda) beserta masyarakat desa Melintang. 

Dalam sambutannya Plt Bupati Tenggarong Drs. Edy Damansyah M. Si menyampaikan Atas nama pemerintah Kutai kartanegara mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada pimpinan TNI dan seluruh jajaran yang mendukung pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Kutai Kartanegara dengan melalui program gerakan membangun Rakyat Gerbang Raja 2016-2021 dengan kegiatan TMMD ke 103 tahun 2018.

Semoga diberikan kelancaran dan kemudahan serta bermanfaat dan menjadi nilai ibadah bagi kita semua, TMMD adalah salah satu wujud operasi bakti TNI dan program sektoral TNI dan sinegritas tiga pilar. Bahkan keberhasilan TMMD ke 103 bukan hanya tanggung jawab TNI melainkan tanggung jawab kita semua, semoga dengan adanya pembangunan jembatan ini bisa membuka akses yang terisolir di Desa Melintang dan jadikan momentum TMMD untuk mengaktifkan semangat batulungan (gotong royong) dalam masyarakat.
Pembangunan jembatan melalui program TMMD yang dibangun sepanjang 1,200 meter ini menghubungkan dua Desa yaitu, Desa Melintang dengan Desa Sebemban  Kecamatan Muara Wis, Kami dari pemerintah daerah mengapresiasi atas kesiapan TNI dalam membantu program pemerintah untuk membangun bersama, ini merupakan bentuk sinergi atau kerjasama yang baik antara TNI dan Pemerintah Daerah. ucapnya  Drs. Edy Damansyah.

Dandim 0906 Tenggarong Letkol Czi Bayu Kurniawan, S.E.,M.Tr.(Han)  mengatakan peran serta masyarakat begitu luar biasa dengan dibangunkannya jembatan di desa terrisolit itu. Bahkan lanjutnya masyarakat setempat membantu TNI melaksir berkubik-kubik kayu yang awalnya diangkut menggunakan kapal besar dari Kota Bangun hingga ujung desa Melintang, kemudian diangkut menggunakan ketiting dan bergotong royong memikul kayu menuju Danau Melintang hingga membantu proses pengerjaannya.

Masyarakatnya sangat luar biasa, saya enggak kebayang saat penutupan nanti. Mungkin tidak hanya kita menangis, masyarakat pun bakal menangis, karena sedekah ini, paparnya.

Laporan: MD
Editor    : SLC