Iklan

Network
Rabu, 29 November 2017, November 29, 2017 WIB
Last Updated 2021-10-01T20:43:51Z
INTERNASIONAL

Donald Trump Minta Agar Opini Kontroversial untuk Lengserkan Dirinya Diselidiki

Advertisement
Donald Trump berbicara mengenai reformasi panjak di St Charles Convetion Center pada Rabu (29/11/2017), di Missouri, Amerika Serikat. (AFP/Whitney Curtis)


AS - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meminta diadakannya penyelidikan atas artikel yang menyebut adanya rencana memakzulkan dirinya. Diwartakan Sky News Jumat (7/9/2018), dia berkata sudah memerintahkan Jaksa Agung Jeff Sessions untuk menggelar investigasi. "Kami bakal fokus kepada apa yang dia punya, apa yang sudah dia berikan, maupun di mana dia saat ini," ujar presiden 72 tahun itu.

Diwartakan Sky News Jumat (7/9/2018), dia berkata sudah memerintahkan Jaksa Agung Jeff Sessions untuk menggelar investigasi. "Kami bakal fokus kepada apa yang dia punya, apa yang sudah dia berikan, maupun di mana dia saat ini," ujar presiden 72 tahun itu.

Termasuk mempertimbangkan kemungkinan bahwa si penulis artikel di New York Times tersebut mempunyai izin keamanan tingkat tinggi. Trump melanjutkan, dia juga sedang menimbang langkah untuk mengambil jalur hukum kepada The Times yang sudah merilis artikel itu. Isu mengenai adanya usaha untuk menyingkirkan Trump dari kekuasaan mendapat perhatian dari pendahulunya, Barack Obama.

Dalam pidatonya di Universitas Illinois, mantan presiden yang berkuasa pada 2009-2017 itu berujar bahwa saat ini AS dalam masa sulit.

Dia menjadikan opini itu sebagai motivasi para pendukung Partai Demokrat guna membuat perubahan pada pemilu legislatif 6 November nanti.

"Dalam dua bulan ke depan, kita mempunyai peluang untuk mengembalikan beberapa 'kewarasan' dalam politik negeri ini," kata Obama.

Mantan presiden berusia 57 tahun itu sebelumnya berusaha menahan diri untuk tidak melakukan kritik terbuka kepada penerusnya itu.

Namun, dalam pidatonya, Obama menyebut Trump adalah "gejala", bukan "penyebab" atas masalah yang terjadi di AS. "Jika kalian berpikir pemilu tak penting, saya berharap dua tahun terakhir bakal mengubah pe

sepsi kalian," tukas dia. Sebelumnya, seseorang yang mengaku sebagai staf Gedung Putih menulis di The Times terdapat usaha untuk menyingkirkan Trump.

Baca juga: Seorang Senator Usulkan Amandemen Ke-25 untuk Lengserkan Trump Presiden ke-45 itu dianggap menjalankan roda pemerintahan dengan buruk, dan perilakunya sering berubah-ubah. Dia menuturkan sejumlah pejabat mulai mempertimbangkan untuk menggunakan Amandemen Ke-25 sebagai dasar pemakzulan Trump.

Kecurigaan sempat mengarah kepada Wakil Presiden Mike Pence. Sebab, terdapat kata lodestar yang sering dipakainya tatkala berpidato.


Editor : SLC